loading…
PT Astra International Tbk (ASII) Menunjukkan daya Bertahan Usaha sepanjang 2025, Bersama mencatatkan pendapatan bersih Rp323,4 triliun. Foto/Dok
Angka tersebut turun tipis 2% secara tahunan (year-on-year/yoy) Di Rp328,5 triliun Di 2024. Meski demikian, skala pendapatan yang tetap bertahan Di atas Rp320 triliun mencerminkan fondasi usaha yang solid Bersama portofolio terdiversifikasi.
Seiring capaian itu, laba bersih Astra tercatat Rp32,8 triliun Di 2025, turun 3% dibandingkan Rp33,9 triliun Di tahun Sebelumnya Itu. Laba bersih per saham juga turun 3% menjadi Rp810 Di Rp837.
Baca Juga: Komitmen Sosial Berkelanjutan, Astra Rayakan 69 Tahun
Kepala Negara Direktur Astra, Djony Bunarto Tjondro menegaskan, bahwa tekanan eksternal memang memengaruhi kinerja, Akan Tetapi struktur Usaha yang berimbang mampu menjaga stabilitas.
“Di tahun 2025, laba Grup Merasakan penurunan terutama disebabkan harga batu bara yang lebih rendah dan lemahnya pasar Kendaraan Pribadi Mutakhir. Akan Tetapi, kinerja Usaha Grup tetap resilien didukung Bersama kontribusi yang baik Di Usaha-Usaha lainnya,” ujar Djony Di keterangan resmi dikutip, Jumat (27/2/2026).
Lini Usaha Bersama Sebab Itu Penyeimbang
Secara divisi, sektor Kendaraan Pribadi & Mobilitas masih menjadi kontributor terbesar Bersama laba bersih Rp11,4 triliun, relatif stabil dibandingkan tahun Sebelumnya Itu. Pasar Kendaraan Pribadi nasional turun 7% menjadi 804.000 unit, Akan Tetapi pangsa pasar Astra tetap kuat Di level 51%.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Daya Bertahan Usaha Astra Di 2025, Kantongi Pendapatan hingga Rp323,4 Triliun











