Seorang wanita mengaku menyesal Setelahnya menjalani operasi yang kerap disebut sebagai ‘designer vagina’. Itu merupakan serangkaian prosedur bedah Peralatan Kecantikan atau ginekologi Peralatan Kecantikan yang bertujuan Sebagai mengubah penampilan atau fungsi area genital wanita, agar terlihat lebih ‘rapi’ dan estetis.
Wanita Di nama samaran Riley Smith mengatakan bahwa Sebelum lama ia merasa tidak Self-Esteem Di ukuran bibir vaginanya. Di membicarakan kekhawatiran itu Di teman-temannya, Lebihterus mendorongnya Sebagai menjalani operasi.
Smith mengungkapkan para tenaga medis menyebut tindakan tersebut merupakan ‘operasi yang sederhana’. Tetapi, Smith tidak pernah diberi penjelasan mengenai risiko yang Mungkin Saja terjadi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia akhirnya menjalani labiaplasty Ke usia 22 tahun. Labiaplasty merupakan prosedur bedah Sebagai Mengurangi ukuran labia minora, yakni lipatan kulit yang mengelilingi uretra dan vagina.
Sebenarnya, Smith sudah ingin menjalani prosedur tersebut Sebelum berusia 14 tahun.
Komplikasi Pasca Operasi
Setelahnya operasi, Smith Merasakan berbagai komplikasi. Ia menyebut bahwa dirinya merasa ‘sangat lelah dan tidak nyaman’.
Justru, ia tidak bisa duduk langsung Di waktu lama dan Karya seksual terasa menyakitkan, baik secara fisik dan mental.
Smith terus Berusaha Mengatasi berbagai masalah pasca jaringan diangkat, mulai Di iritasi, kekeringan, hingga Penyakit Menyebar berulang.
“Saya sangat sedih. Penetrasi tidak pernah menyakitkan Sebelumnya Itu. Saya merasa sangat marah kepada Praktisi Medis bedah, sistem, dan diri saya sendiri Sebab membuat keputusan ini,” beber Smith, dikutip Di People.
“Saya sangat marah bagaimana prosedur ini dipromosikan secara sembarangan sebagai Memperbaiki kepercayaan diri seksual, peningkatan kebersihan, dan Justru membuat Busana Di lebih nyaman secara fisik,” tambahnya.
Cleveland Clinic menjelaskan labiaplasty bersama vaginoplasty merupakan prosedur Sebagai memperbaiki vagina akibat kerusakan Sebab Kemakmuran medis, Luka, atau faktor lainnya. Itu termasuk operasi ginekologi yang popularitasnya Meresahkan Di beberapa tahun terakhir.
“Wanita memilih operasi Sebab berbagai alasan, termasuk rasa sakit akibat terpelintir dan tertariknya labia Di Mengayuh Sepeda atau Di berhubungan seksual, gatal, iritasi, dan rasa tidak Self-Esteem,” terang American Society of Plastic Surgeons.
Akan Tetapi, prosedur tersebut juga Memperoleh risiko. Risikonya meliputi perdarahan, hematoma, dan Penyakit Menyebar, serta komplikasi yang paling umum, yakni reseksi berlebihan. National Institutes of Health (NIH) mendefinisikan Kemakmuran ini sebagai terlalu banyak tulang, tulang rawan, atau jaringan yang diangkat.
Smith mengatakan bahwa seorang Praktisi Medis telah Menyoroti kemungkinan operasi rekonstruksi dengannya. Prosedur tersebut Akansegera menggunakan Cara yang sama seperti yang diterapkan Ke perempuan korban mutilasi genital perempuan atau female genital mutilation (FGM).
Menurut Organisasi Kesejajaran Dunia (WHO), prosedur FGM yang melibatkan pengangkatan sebagian atau seluruh genitalia eksternal perempuan, atau Luka lain Ke organ genital perempuan Sebab alasan non-medis.
Halaman 2 Di 2
(sao/kna)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Curhat Wanita Nyesal Jalani Oplas Miss V, Efek Sampingnya Ngeri











