Banyuwangi –
Bule Rusia berinisial AF diduga menghajar SHN (56) warga Kampung Ujung, Banyuwangi gara-gara masalah sound system. Tetapi kuasa hukum AF membantahnya.
Melewati kuasa hukumnya, Eko Sutrisno membantah AF telah melakukan penganiayaan Sebab dipicu terganggu cek sound system Peristiwa gebyar lebaran.
Eko membantah bahwa kliennya melakukan pemukulan seperti yang dituduhkan. Sebagai Gantinya, kliennya malah Merasakan luka memar dan pakaiannya robek Pada Unjuk Rasa dorong-Merangsang Bersama korban.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Bukan pemukulan yang terjadi itu saling dorong Merangsang saja, dan Untuk klien kami sendiri juga ada yang terluka dan baju yang robek Karena Itu intinya peristiwa itu bukan pemukulan tapi dorong Merangsang,” kata Eko, Senin (30/3).
Eko menegaskan, ada kesalahpahaman komunikasi Di kliennya Bersama dan warga akibat perbedaan bahasa dan Kearifan Lokal Dunia.
Ke şisi lain, kliennya tidak terbiasa Bersama suara bising Sambil Itu warga lokal yang menganggap hal tersebut sudah menjadi Kearifan Lokal Dunia yang lazim.
“Klien kami ini kan orang Asing Karena Itu tidak paham masalah Kearifan Lokal Dunia dan kebiasan-kebiasaan Komunitas lokal Sebab merasa terganggu Bersama suara keras, tidak bisa bagaimana caranya meminta Bagi dikecilin, Karena Itu dia turun minta dikecilin sendiri. Supaya terjadilah Ke situ saling Merangsang,” terang Eko.
Eko menambahkan perbedaan postur tubuh membuat korban atau warga yang terlibat dorong-Merangsang Bersama kliennya terjatuh. Sebab hal itu lah, kliennya Setelahnya Itu dituduh melakukan pemukulan.
Insiden itu juga sempat terekam CCTV yang menunjukan kliennya tak melakukan pemukulan. Ia berharap rekaman CCTV itu juga bisa Karena Itu Barang Dagangan bukti kepolisian.
“Kejadiannya dorong Merangsang dan itu juga nanti bisa dilihat Untuk CCTV, dan kami tidak melihat itu nanti khan ada penyidik biar penyidik yang meminta Bagi kepentingan penyelidikan,” tutur Eko.
Menurut Eko, Setelahnya insiden itu, kliennya bersama staff-nya sempat Berusaha menemui korban dan meminta agar peristiwa tersebut didak berlarut-larut. Tetapi, ternyata belum ada titik temu.
Meski demikian, lanjut Eko, pihaknya berencana Akansegera mejadwalkan kembali pertemuan Di kedua belah pihak. Tujuannya agar dapat kembali terjalin hubungan baik Di warga Bersama pelaku Usaha Asing Ke Marina Boom.
Sebelunnya, seorang warga Bangsa Asing (WNA) asal Rusia diduga melakukan penganiayaan Di SHN (56), warga Kampung Ujung, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Banyuwangi. Peristiwa itu terjadi Pada korban Ditengah Menyusun Perayaan Seni Idul Fitri bertajuk “Gebyar Lebaran” Ke Kelurahan Mandar.
Akibat kejadian tersebut, korban Merasakan luka memar Ke Pada hidung serta Mengkritik nyeri Ke tulang hidung. Ke Di Itu, pipi kanan korban juga lebam hingga membiru. Pada mencoba membela diri, korban sempat terjatuh hingga lutut kanannya terkilir dan sulit digerakkan.
“Saya dipukul ini hidung saya dan pipi kanan sampai saya terjatuh ini terkilir saya,” jelas SHN kepada detikjatim, Minggu (29/3/2026).
Peristiwa tersebut bermula Ke Minggu pagi, Pada korban Ditengah melakukan cek sound Bagi perlengkapan Peristiwa yang disewa warga Kampung Mandar.
Ia tidak menyangka suara sound system miliknya diduga mengganggu WNA Rusia yang merupakan pemilik restoran Ke kawasan Pantai Boom Banyuwangi.
“Tadi pagi itu, Pada saya ada Ke pos tahu-tahu dia datang dan alat-alat saya itu dimatikan semua, mesin-mesin sound saya itu ada yang dicabut juga,” tegas SHN.
——–
Artikel ini telah naik Ke detikJatim.
(wsw/wsw)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Bule Rusia Bantah Hajar Warga Banyuwangi gegara Masalah Sound Horeg











