Wakil Pembantu Kepala Negara BUMN Kartika Wirjoatmodjo atau Tiko Di Peristiwa Market Outlook 2024. FOTO/dok.SINDOnews
Hal ini dikatakan Di Wakil Pembantu Kepala Negara BUMN Kartika Wirjoatmodjo atau Tiko Di Peristiwa Market Outlook 2024 Di tema Cruising the Crossroads on the Narrow Strait yang diadakan Di Mandiri Manajemen Penanaman Modal Di Negeri. Menurut Tiko, capaian BSI ini sejalan Di cita-cita awal merger BSI Sebagai menciptakan bank syariah yang inklusif, modern, dan digital.
“BSI milik Bank BUMN yang sekarang menjadi salah satu best performing Di market. BSI tentunya menjadi salah satu star Pada beberapa tahun terakhir. Di awal Di waktu merger konsepnya sangat clear bahwa kita ingin membangun bank syariah yang inklusif, modern, dan digital,” kata Tiko.
Sebagai gambaran, BSI pun sempat membukukan kapitalisasi pasar lebih besar Di angka yang diungkapkan Tiko tersebut. Yaitu Di 30 April 2024 yang mencapai Rp121,78 triliun. Alhasil, Di kurun waktu tersebut BRIS menjadi saham paling berharga Di urutan Di-13 yang melantai Di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Justru Sebelumnya, BSI resmi masuk jajaran Top 10 Dunia Islamic Bank Di sisi kapitalisasi pasar Di 14 Maret 2024. Pada itu kapitalisasi pasar BRIS mencapai Rp131,47 triliun. Raihan tersebut lebih cepat Di target yang ingin dicapai Sebagai menjadi Top 10 Dunia Islamic Bank Di 2025.
Maka Itu, Tiko mengapresiasi kinerja positif yang dicapai Di BSI Pada 3 tahun berdirinya bank syariah terbesar Di Indonesia itu. Dia menilai, kehadiran BSI tidak hanya sebagai bank syariah terbesar Di Tanah Air, Tetapi sebuah Prestasi membangun Prototipe Terbaru Di mana bank syariah menjadi lebih inklusif dan moderat.
“Sampai Pada ini BSI bisa punya nasabah hingga 20 juta Di Perkembangan BSI mobile yang cepat sekali juga. Ini kita senang sekali Sebab kita bukan cuma merger tapi membangun ekosistem dan membangun kompetensi Terbaru,” ucapnya.
Prestasi BSI terlihat pula Di economic value yang dihadirkannya. Di tahun Bacaan 2023, BSI membagikan dividen tunai Rp855,56 miliar atau Rp18,54 per saham. Jumlah dividen BSI tersebut naik sebesar 100% dibandingkan Di tahun Bacaan 2022 yang senilai Rp Rp9,24 per lembar saham.
Besaran dividen itu setara 15% laba tahun Bacaan 2023 yang sebesar Rp5,7 triliun. Sebesar 20% laba 2023 atau senilai Rp1,14 triliun disisihkan sebagai cadangan wajib. Sisanya sebesar 65% atau sejumlah Rp3,7 triliun digunakan sebagai saldo laba ditahan.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: BSI Masuk 5 Besar BUMN Di Kapitalisasi Pasar Terbesar











