Kehati-hatian Manajemen PT Bank BTN Di proses akuisisi atau merger BTN Syariah Bersama Bank Muamalat Menyambut apresiasi kalangan Wakil Rakyat. Foto/Dok. SINDOnews
Anggota Komisi VI Wakil Rakyat Di Fraksi Demokrat Herman Khairon mendukung sikap kehati-hatian yang dilakukan Manajemen PT Bank BTN Di proses akuisisi atau merger BTN Syariah Bersama Bank Muamalat. Bagaimana pun, kata Herman, proses akuisisi melibatkan banyak variabel dan risiko, termasuk faktor internal kedua perusahaan.
“Tentu keputusan yang diambil nantinya didasarkan Di kajian dan analisis Bersama mengedepankan asas kehati-hatian. Termasuk proses due dilligence yang telah dilakukan,” kata Herman, Minggu (23/6/2024).
Menurut Herman, Bank BTN tentu harus memastikan bahwa setiap Unjuk Rasa korporasi, termasuk akuisisi, telah sesuai Bersama strategi Usaha dan nilai-nilai perusahaan. Termasuk, ujarnya, kesesuaian Kebiasaan Global dan visi Antara dua entitas juga harus dipertimbangkan.
Beberapa sumber Sebelumnya Itu menyebutkan akuisisi Bank Muamalat Dari BTN tidak berbuah hasil Sebab adanya ketidaksamaan visi dan ditentang Dari sejumlah pihak termasuk ormas pendiri Muamalat.
Kendati demikian, hingga kini baik manajemen BTN maupun Pejabat Tingginegara Badan Usaha Milik Negeri (BUMN) Erick Thohir belum Menyediakan penjelasan mengenai hal ini. Pejabat Tingginegara Erick Sebelumnya Itu hanya mengatakan bahwa pemerintah Mencari agar pasar ekonomi syariah Di Indonesia bisa berkembang secara seimbang.’
(poe)
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Berhati-hati Di Unjuk Rasa Korporasi, Wakil Rakyat Apresiasi Langkah BTN











