Jakarta –
Susah tidur Ke malam Sebelumnya perlombaan Berlarilah atau race day merupakan hal yang wajar dialami pelari. Kemakmuran ini bisa terjadi Lantaran jadwal start yang sangat pagi, terutama Ke ajang maraton dan half marathon Ke Indonesia.
Ahli Kemakmuran spesialis kedokteran Aktivitasfisik, dr Andi Kurniawan, SpKO, mengatakan bahwa kurang tidur menjelang perlombaan Berlarilah bukanlah hal yang jarang terjadi. Malahan, Disekitar tujuh hingga delapan Di 10 orang Bisa Jadi Merasakan kesulitan tidur Ke malam Sebelumnya race day.
“Biasanya kurang tidur menjelang race day itu juga terjadi Lantaran Ke Jakarta, Ke Indonesia sendiri kalau Marathon atau half marathon itu paling selalu startnya pagi ya jam 4,” katanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemakmuran ini membuat waktu tidur pelari berkurang Ke malam Sebelumnya race day. Jika perlombaan dimulai jam 4, artinya pelari bangun jam 1 dan jam 2 sudah jalan Ke area perlombaan.
Meski demikian, Andi menjelaskan bahwa pelari dapat Mengharapkan Kemakmuran tersebut Di mencukupi waktu tidur Ke hari-hari Sebelumnya Itu. Menurutnya, Eksperimen Menunjukkan bahwa tidur dapat ditabung Sebelumnya Berjuang Di perlombaan.
“Dari Sebab Itu kalau misalnya ideal 8 jam, Bisa Jadi 2 hari, 3 hari Sebelumnya Itu atau Malahan minggu Sebelumnya Itu itu kita menanbung tidur 10 jam. Kita ada napping atau Bisa Jadi pas 1 minggu Sebelumnya Itu kita bener-bener banyak tidur,” ungkap dr Andi.
Di mencukupi waktu tidur Sebelumnya race day, pelari berpeluang mempertahankan Prestasi Walaupun waktu tidur Ke malam Sebelumnya perlombaan berkurang.
“Ketika menabung tidur itu, walaupun malam hari Sebelumnya race kita kurang tidur, ternyata dapat mempertahankan Prestasi Di baik,” ujarnya.
(elk/naf)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Ahli Kemakmuran Bagikan Tips Antisipasi Kurang Tidur Ke Malam Hari Jelang Berlarilah Maraton









