Jakarta –
Traveler yang berencana terbang Di Iran harus lebih cermat Menyimak jadwal penerbangan. Sejumlah rute internasional dibatalkan Sesudah Amerika Serikat (AS) memperketat Hukuman Politik Di industri penerbangan Iran.
Dikutip Untuk AFP, Kamis (24/9/2026), mulai Rabu sejumlah maskapai Iran mulai menghentikan sejumlah penerbangan internasional. Georgia dan Azerbaijan telah mengonfirmasi penghentian layanan penerbangan Untuk Iran.
Sambil Itu, seorang agen perjalanan Di Teheran mengatakan bahwa penerbangan Di Baghdad, Muscat, dan Qatar juga ikut terdampak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, tidak semua jalur penerbangan terputus. Beberapa rute internasional masih tersedia, termasuk penerbangan Di China.
Langkah itu merupakan dampak langsung Untuk Keputusan Terbaru yang diumumkan Pejabat Tingginegara Keuangan Amerika Serikat, Scott Bessent, Di Senin (21/9). Keputusan tersebut menjadi Pada Untuk tekanan ekonomi terbaru Washington Di Iran Sesudah hampir tujuh bulan konflik berlangsung.
“Kami Untuk menekan Iran Bersama cara yang belum pernah mereka alami Sebelumnya,” kata Bessent kepada Fox News.
Dia mengklaim Di 80 hingga 90 persen penerbangan internasional Untuk Iran terdampak Bersama Keputusan tersebut. “Saya Malahan tidak yakin bagaimana delegasi Iran Di Perserikatan Bangsa-Bangsa Akansegera pulang Di negaranya,” kata dia.
Di ini Kepala Negara Iran Massoud Pezeshkian Ditengah berada Di New York Untuk Berpartisipasi Untuk Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (Perserikatan Bangsa-Bangsa). Merespons tekanan tersebut, dia menegaskan Iran tidak Akansegera menyerah.
“Perlawanan rakyat Iran hanya Akansegera Lebihterus kuat Berjuang Bersama Hukuman Politik, tekanan, dan intimidasi Untuk Amerika Serikat,” kata Pezeshkian.
Meski tekanan Terbaru terus bermunculan, sektor penerbangan Iran sebenarnya sudah lama hidup Di bawah bayang-bayang Hukuman Politik. Lantaran itu, masih belum jelas berapa banyak Bangsa yang benar-benar Akansegera mengikuti Keputusan Washington.
Faktanya, beberapa penerbangan internasional Iran masih tetap berjalan. Data FlightRadar24 Menunjukkan pesawat Mahan Air, salah satu maskapai terbesar Iran, berhasil mendarat Di Guangzhou, China, Di Rabu.
China memang telah Mengungkapkan penolakan Di Hukuman Politik Terbaru tersebut dan menyebutnya sebagai langkah yang tidak sah. Penerbangan Untuk Teheran Di Shanghai juga masih dijadwalkan beroperasi.
Rute Di Istanbul pun belum sepenuhnya berhenti. Menurut agen perjalanan Di Teheran, sebagian penerbangan Di kota terbesar Di Turki itu masih tersedia, Kendati beberapa lainnya telah dibatalkan.
“Situasinya masih berubah-ubah. Untuk Sambil Itu kami tidak lagi menjual tiket Lantaran khawatir terjadi pembatalan mendadak,” kata agen perjalanan tersebut.
Penerbangan Untuk Kabul Di Teheran yang dioperasikan Mahan Air juga masih dijadwalkan berlangsung. Di Di Itu, sejumlah maskapai Iran yang lebih kecil, termasuk Varesh Airlines, masih melayani penerbangan Di Turki dan Armenia.
Rute Di Najaf Di Irak dan Dubai Di Uni Emirat Arab juga masih tercantum Untuk jadwal penerbangan.
Di sisi lain, Iran mulai mengirim sinyal keras kepada Bangsa-Bangsa yang berencana mengikuti Keputusan AS. Kepala Dewan Keselamatan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, memperingatkan bahwa Bangsa yang bekerja sama Bersama Washington bisa Berjuang Bersama konsekuensi.
“Jika suatu Bangsa ikut bekerja sama Bersama Amerika Serikat, maka bandara mereka tidak Akansegera lagi bisa melayani penerbangan Di Iran,” katanya Untuk wawancara Bersama Tv pemerintah.
Media Iran juga melaporkan sejumlah pembatalan penerbangan. Kantor berita Tasnim menyebut bandara Baghdad dan Muscat tidak lagi Merasakan penerbangan Untuk Iran. Akan Tetapi, rute internasional lain, termasuk Istanbul, disebut masih beroperasi seperti biasa.
Otoritas penerbangan Iran kini juga Untuk Menyoroti kemungkinan mengalihkan penerbangan tujuan Baghdad Di Najaf, salah satu kota tujuan utama peziarah asal Iran.
Di Najaf, situasinya masih relatif normal. Tasnim melaporkan penerbangan Iran Di kota tersebut tetap berjalan, dan pengelola bandara mengaku belum Merasakan instruksi resmi Untuk pemerintah Irak Untuk menghentikan layanan.
Meski belum ada pengumuman resmi Untuk Baghdad, sejumlah sumber AFP, termasuk seorang pejabat senior Irak, menyebut pemerintah Irak kemungkinan Akansegera mematuhi Keputusan yang diterapkan Amerika Serikat.
Ketidakpastian itu mulai membuat industri perjalanan waswas. Haidar Shamaa, pemilik biro perjalanan Di Najaf, mengatakan sebagian besar Usaha perjalanan Di kota itu bergantung Di penerbangan Di Iran.
Banyak pelanggan kini panik dan terus mencari informasi terbaru. Malahan, sebagian traveler mulai Merencanakan perjalanan darat sebagai alternatif, meski waktu tempuhnya jauh lebih lama dibandingkan naik pesawat.
(fem/ddn)
Femi Diah
Jurnalis detikcom. Jurnalis detikcom
`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Gaya: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}
async connectedCallback() {
if (elementType === ‘single’) return false;
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Imbas Hukuman Politik AS, Maskapai Iran Mulai Kehilangan Rute Penerbangan Internasional











