Solo –
Wisata Solo ternoda Didalam ulah juru parkir yang mengenakan getok tarif kepada User kendaraan Hingga Kota Solo. Tarif parkir menjadi dua kali lipat Untuk biasanya.
Peristiwa itu diunggah Didalam akun Instagram @viralforjusticecom. Akun itu mengunggah keluhan salah satu korban.
Untuk postingan tersebut, korban merupakan orang yang sering bermain badminton Hingga GOR Sritex, Sriwedari. Pada ini dia membayar parkir sebesar Rp 5 ribu. Hanya saja, tiba-tiba dia kini dipungut Rp 10 ribu Untuk sekali parkir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wali Kota Solo Respati Ardi mengaku sudah merespons kabar viral itu. Kini, kedua orang tersebut telah diamankan kepolisian.
“Di ini kedua preman parkir tersebut sudah diamankan Polsek Laweyan. Sudah diamankan petugas,” kata Respati, Untuk keterangan yang diterima detikJateng dan dikutip Jumat (29/5/2026).
Langkah itu melibatkan Dinas Perhubungan (Dishub) Solo dan kepolisian. Kedua jukir tersebut Di menjalani pemeriksaan Didalam Detail.
Respati menilai tarif parkir yang tidak sesuai Syarat tersebut seringkali meresahkan Kelompok dan bisa merusak citra Kota Solo. Ia meminta peran aktif Kelompok, bila menemukan kejadian serupa Untuk segera melapor Hingga kanal aduan yang tersedia.
“Ini menjadi perhatian serius kami Hingga Pemerintah Kota Surakarta. Kami tidak ingin ada yang dirugikan baik itu Untuk Kelompok maupun citra Kota Solo. Silahkan Kelompok dapat melaporkan jika menemukan praktik jukir yang mematok harga tinggi atau tidak sesuai,” kata dia.
Dihubungi terpisah, Kepala UPT Perparkiran Dinas Perhubungan Kota Surakarta, Haryono Nugroho, mengatakan pihaknya langsung melakukan merespon Di Merasakan laporan tersebut.
“Dua orang itu sudah dibawa Hingga kantor, lalu kita serahkan Hingga Polsek Serengan. Sudah Hingga BAP disana. Lalu disuruh buat surat pernyataan, dan wajib lapor setiap hari Senin dan Kamis,” kata Haryono.
Dia mengatakan Untuk Menantikan adanya Jukir liar yang pasang tarif ngepruk, Dishub melakukan patroli. Terutama Di event-event yang digelar Hingga Kota Solo.
Kawasan GOR Sritex Arena yang Memiliki areal parkir terbatas, membuat sejumlah lokasi menjadi tempat parkir dadakan. Akan Tetapi hal tersebut sudah diantisipasi Didalam Dishub, Didalam membuat lokasi dan tarif parkir insidental, termasuk mendata jukir insidentalnya.
“Kalau Hingga GOR Sritex itu tidak ada parkir resmi, paling Di GOR dipakai warga datang Hingga kantor Untuk melaporkan ada kegiatan. Biasanya kita buatkan insidental, tapi kemarin tidak ada informasi kalau Hingga sana ada kegiatan,” kata dia.
“Kalau insidental kita arahkan Rp 3-5 ribu. Seperti Hingga timur GOR itu sudah sesuai. Kalau yang dilaporkan itu Hingga jalan raya, jalan Kebangkitan. Kalau ramai dibawa Hingga jalan Museum,” ujar dia.
(fem/fem)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Wisata Solo Tercoreng, Juru Parkir Getok Tarif Hingga Sriwedari











