loading…
Di tanggal 10 April, Pemimpin Negara Donald Trump memuji Palantir Di platform media sosial Truth Social. Menurut pemimpin AS tersebut, perusahaan Gadget lunak itu”telah Menunjukkan kemampuan dan peralatan tempur yang sangat baik. Tanyakan saja Di musuh kita.”
Pujian Pemimpin Negara menandai titik balik Sebab kecerdasan buatan (AI) secara bertahap bergeser Untuk mendukung pekerjaan kantor Di pusat peperangan.
Konflik Bersenjata Di Iran Mungkin Saja merupakan contoh skala besar pertama Di dunia tentang AI yang secara langsung mengelola operasimilitersecara real-time. Di jantung Sosialisasi Politik ini adalah Palantir.
Sebelumnya bom dijatuhkan Di Teheran Di 28 Februari, Di bawah arahan Pentagon, Gadget lunak Maven milik Palantir menyaring arsip besar citra satelit danvideodrone Untuk menyiapkan lebih Untuk 1.000 opsi serangan Untuk para komandan Amerika.
Keputusan yang dulunya membutuhkan waktu berhari-hari Untuk para analis kini dipersingkat menjadi hitungan menit. Serangan udara masih dilakukan Dari manusia, tetapi Maven Membahas alih tugas yang paling berat.
Inti Untuk operasi ini adalah Sistem Cerdas Maven, yang berjalan Di atas platform AI Claude yang dikembangkan Dari Anthropic.
Walaupun Claude telah digunakan Untuk upaya kontra-Kekerasan Politik dan penculikan Pemimpin Negara Venezuela Nicolas Maduro,Washington Postmelaporkan bahwa ini adalah “pertama kalinya digunakan Untuk operasi militer berskala besar.”
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Bongkar Kelemahan Senjata Iran, Trump Akui Metode Maven AI











