loading…
Kacamata Pintar Buatan China. Foto/The Verge
Menurut The Verge, Even Realities, sebuah perusahaan rintisan yang berbasis Ke Shenzhen, Tiongkok, bertujuan Sebagai menjadi pesaing langsung Meta Bersama dua produk Terbaru: Kacamata G2 dan cincin kontrol R1.
Alih-alih bersaing Untuk hal fitur, perusahaan memilih pendekatan yang berbeda: tanpa Lensa, tanpa speaker eksternal, Bersama fokus Ke perlindungan Kepribadian Ke Ditengah meningkatnya kekhawatiran User tentang pengumpulan data pribadi.
Untuk beberapa tahun terakhir, Kacamata pintar – terutama Ray-Ban Untuk Meta – telah berkembang Bersama mengintegrasikan Lensa, mikrofon, dan konektivitas media sosial.
User dapat merekamvideo, Memutuskan foto, atau melakukan Penyiaran Langsung hanya Bersama satu sentuhan cepat. Akan Tetapi, hal ini menimbulkan kekhawatiran yang Lebih Meresahkan: banyak orang merasa diawasi Lantaran mereka tidak dapat mengetahui kapan mereka Lagi direkam, Walaupun Alat tersebut Memiliki lampu notifikasi.
Ini bukan sekadar perasaan subjektif. Sebuah studi yang dipublikasikan Ke situs web perpustakaan medis PubMed Central Menunjukkan bahwa orang yang mengenakan Lensa sering merasa “diawasi,” yang menyebabkan mereka menjadi lebih tertutup dan mengubah perilaku mereka Untuk situasi sehari-hari. Inilah mengapa Kacamata pintar Bersama Lensa dapat Bersama mudah menciptakan situasi canggung Untuk komunikasi.
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Kacamata Pintar Buatan China Tantang Meta, Ini Kecanggihannya











