Bangkok –
Pemerintah Thailand mulai menyuntikkan Proteksi kontrasepsi Ke gajah liar sebagai langkah Mengurangi konflik Didalam warga. Aturan itu ditempuh Untuk menekan Kemajuan Pertumbuhan sekaligus meminimalkan insiden perusakan lahan dan permukiman.
Aturan itu dilakukan seiring meningkatnya tumpang tindih Daerah hunian manusia Didalam habitat alami gajah. Perluasan lahan Agrikultur hingga Hingga kawasan hutan membuat ruang hidup gajah makin menyempit.
Satwa berukuran besar itu pun terpaksa keluar Didalam habitatnya Untuk mencari makan, yang Ke akhirnya memicu bentrokan Didalam warga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengutip Euronews, Rabu (18/2/2026) data resmi mencatat sepanjang tahun lalu gajah liar menyebabkan 30 orang meninggal dunia dan 29 lainnya terluka. Hingga Di Itu, lebih Didalam 2.000 insiden perusakan tanaman Didalam gajah juga dilaporkan terjadi Hingga berbagai Daerah.
Direktur Kantor Konservasi Satwa Liar, Sukhee Boonsang, mengatakan bahwa pengendalian Pertumbuhan menjadi langkah mendesak. Sebab, jumlah gajah liar yang hidup Hingga Didekat permukiman Meresahkan tajam dan memperbesar risiko konflik.
Sebagai tahap awal, otoritas setempat mendatangkan 25 dosis Proteksi produksi Amerika Serikat. Uji coba dilakukan Di dua tahun Pada tujuh gajah jinak Didalam tujuh dosis Proteksi dan Menunjukkan hasil yang dinilai menjanjikan.
Boonsang menjelaskan Proteksi tersebut tidak menghentikan ovulasi Ke gajah betina, melainkan mencegah terjadinya pembuahan sel telur. Ke akhir Januari lalu, Proteksi mulai diberikan kepada tiga gajah liar Hingga Provinsi Trat, Daerah timur Thailand.
Pemerintah setempat kini Ditengah menentukan lokasi berikutnya Untuk penyuntikan, sembari menyiapkan penggunaan 15 dosis yang tersisa.
Efek Proteksi disebut dapat mencegah kehamilan hingga tujuh tahun dan Sesudah periode itu berakhir, gajah betina bisa kembali bereproduksi jika tidak Merasakan suntikan penguat.
Di masa tersebut, para ahli Akansegera melakukan pemantauan ketat Pada gajah yang telah divaksinasi.
Tuai Pro dan Kontra
Meski dimaksudkan Untuk meredam konflik, Aturan itu menuai Penilaian. Sejumlah pihak khawatir Inisiatif tersebut justru dapat melemahkan upaya konservasi gajah Hingga Thailand.
Gajah Memiliki nilai historis dan kultural yang kuat Hingga Negeri Gajah Putih. Di berabad-abad, gajah jinak dimanfaatkan Untuk membantu pekerjaan Agrikultur dan transportasi, Justru gajah telah lama menjadi simbol nasional Thailand.
Menyambut Baik Penilaian tersebut, Boonsang menegaskan bahwa Inisiatif Proteksi hanya menyasar gajah liar Hingga Daerah Didalam tingkat konflik tertinggi. Berdasarkan statistik resmi, angka kelahiran gajah liar Hingga kawasan rawan konflik mencapai Disekitar 8,2 persen per tahun, lebih Didalam dua kali lipat rata-rata nasional yang berada Hingga kisaran 3,5%.
Didalam Disekitar 4.400 gajah liar yang diperkirakan hidup Hingga Thailand, Disekitar 800 ekor berada Hingga zona berisiko tinggi tersebut.
“Jika kita tidak Membahas tindakan, dampak Ke orang-orang yang tinggal Hingga Daerah-Daerah ini Akansegera terus Meresahkan hingga menjadi tidak terkendali,” ujar Boonsang.
Selain Proteksi kontrasepsi, Pemerintah Thailand juga menjalankan sejumlah strategi lain Untuk Mengurangi konflik manusia dan gajah. Hingga antaranya menyediakan sumber air dan pakan tambahan Hingga Di hutan, membangun pagar pelindung, serta mengerahkan petugas Untuk menggiring gajah yang tersesat kembali Hingga habitatnya.
Akan Tetapi, upaya relokasi juga tidak selalu berjalan mulus. Operasi yang diperintahkan Lembaga Proses Hukum Untuk memindahkan gajah liar yang kerap bentrok Didalam warga Hingga Provinsi Khon Kaen, Daerah timur laut, sempat memicu Ketidak Setujuan publik. Seekor gajah dilaporkan mati Di proses tersebut.
Upaya relokasi dilakukan Didalam Departemen Taman Nasional, Margasatwa, dan Konservasi Tanaman. Direktur Jenderal, Athapol Charoenshunsa, menyampaikan penyesalan atas insiden tersebut.
Dia menegaskan prosedur telah dijalankan sesuai protokol dan investigasi Ditengah dilakukan Untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Langkah Proteksi itu menjadi salah satu strategi yang diharapkan mampu menekan laju Kemajuan Pertumbuhan Hingga Daerah rawan konflik, sekaligus menjaga Kesejaganan Di keselamatan warga dan kelestarian gajah liar Hingga Thailand.
(upd/fem)
`;
constructor() {
super()
this.attachShadow({ Tren: “open” })
this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html
}
async connectedCallback() {
if (elementType === ‘single’) return false;
const { default: Swiper } = await import(
”
);
this.SwiperClass = Swiper;
const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector(‘.mySwiper’);
new this.SwiperClass(swiperContainer, {
slidesPerView: 1,
spaceBetween: 18,
navigation: {
nextEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-next”),
prevEl: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-button-prev”),
},
pagination: {
el: this.shadowRoot.querySelector(“.swiper-pagination”),
clickable: true,
},
});
}
}
customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: Tekan Bentrokan Didalam Warga, Thailand Suntik Proteksi Kontrasepsi Gajah Liar











