Asnawi Mangkualam menjadi salah satu Olahragawan yang punya peran penting Di Timpilihan Indonesia. Akan Tetapi, dia pernah diremehkan. Foto/ Instagram
Pesepak bola yang kini merumput bersama Port FC, Thailand hingga 2025 ini menceritakan perjalanan kariernya Di lapangan hijau.
Bek Timpilihan Indonesia kelahiran 4 Oktober 1999 itu mengaku jika banyak orang meragukan kemampuannya Sebagai bisa menjadi pesepak bola profesional. Hal itu diungkap Asnawi Di Instagram miliknya, @asnawi_bhr.
Asnawi terinspirasi kisah yang diunggah Pembalap Nasional, Sean Gelael yang menceritakan proses perjuangan kariernya Di dunia balap Kendaraan Pribadi.
Asnawi pun menjelaskan perjuangannya merintis karier sepak bola Di kampung halamannya, Makassar. Pada kecil, banyak yang meragukannya bisa menjadi seorang pesepak bola hebat, seperti ayahnya yang pernah memperkuat PSM Makassar.
Tapi, Asnawi yang pernah bermain bersama Ansan Greener itu terus Melakukanupaya dan menikmati proses Supaya bisa menembus Timpilihan Indonesia, Justru mulai Bersama level junior. Dia menyebut pencapaiannya itu bisa digapai berkat kerja keras dan restu kedua orang tua.
“Bicara tentang proses yang dibahas mas @gelaelized, Karena Itu ingat Pada berjuang Sebagai Karena Itu Olahragawan sepakbola profesional Bersama masuk SSB HASANUDDIN FC Di usia 10 tahun,” tulis Asnawi.
“Kendati ayah saya mantan Olahragawan sepak bola, banyak yang bilang Karena Itu Olahragawan profesional cuma mimpi tidak Akansegera sehebat ayah dulu. Tapi, Alhamdulillah restu orang tua dan kerja keras, bersyukur bisa Memberi yang terbaik bersama Timpilihan Indonesia, mulai Bersama U-16, U-19, U-23, sampai Timpilihan senior,” tulis Asnawi lagi.
Asnawi tak lupa menulis pesan yang Bisa Jadi bisa menyentuh hati setiap followers-nya. Mantan Olahragawan PSM itu berpendapat setiap orang harus Kepercayaan Diri Bersama proses yang dilewati Untuk hidup mereka Sebab proses adalah hasil.
“Banyak yang menganggap kesuksesan, kegagalan dan Sukses adalah proses yang jalan beriringan. Kalo hasilnya gagal, itu bisa Karena Itu refleksi buat kedepannya, kalo berhasil itu bisa Karena Itu standar Mutakhir buat Ke depannya,” tulis dia.
“Yang pasti, kita harus percaya Bersama diri sendiri dan percaya Bersama setiap proses yang kita lalui Untuk hidup. Sebab #prosesituhasil,” tulis Asnawi lagi.
Berkat bakatnya itu, kini Asnawi dipercaya menjadi Kepala utama Timpilihan Indonesia asuhan Shin Tae-yong.
(tdy)
Artikel ini disadur –> Sindonews Indonesia News: Cerita Asnawi Mangkualam Diremehkan Karena Itu Pesepak Bola, Dapat Restu Orang Tua hingga Karena Itu Kepala Timpilihan











