Pejabat Kesejajaran India kini berjuang Sebagai menahan wabah Mikroba Nipah (NiV) mematikan yang tidak Memperoleh Imunisasi atau Terapi. Hingga Di Ini, ada lima Peristiwa Pidana terkonfirmasi Mikroba Nipah Di Negeri Dibagian timur Benggala Barat, India.
Malahan, Mikroba ini sampai menginfeksi dua tenaga Kesejajaran (nakes) atau perawat Di sebuah Fasilitas Medis. Temuan Mikroba yang dikenal Memperoleh tingkat kematian yang tinggi ini memicu peringatan sosial, karantina, hingga pengawasan ketat.
Peristiwa Pidana yang terjadi Di dua perawat yang bekerja Di Fasilitas Medis Spesialisasi Narayana, Fasilitas Medis swasta yang berlokasi Di Barasat, Bengal Barat, Di 16 mil Bersama Kolkata.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Dua perawat Di sebuah Fasilitas Medis swasta terinfeksi Mikroba Nipah, dan salah satunya Untuk Situasi kritis,” beber Sekretaris Utama Departemen Kesejajaran dan Kesejajaran Keluarga Bengal Barat, Narayan Swaroop Nigam, dikutip Bersama The Telegraph.
Sempat Bertugas Bersama Pada Beberapa Hari
Kedua perawat tersebut bertugas bersama Di 28-30 Desember 2025. Beberapa hari Lalu, Di 31 Desember hingga 2 Januari 2026, keduanya mulai Merasakan demam tinggi dan sesak napas.
Situasi keduanya memburuk hingga akhirnya dirawat Di unit Penanganan intensif Di 4 Januari.
Dugaan Sumber Infeksi
Berdasarkan investigasi awal, salah satu perawat kini berada Untuk Situasi koma. Keduanya diduga tertular Mikroba Di merawat seorang pasien Bersama Tanda-Tanda pernapasan berat yang Lalu meninggal dunia, Sebelumnya sempat menjalani pengujian laboratorium.
“Sumber Infeksi yang paling Bisa Jadi adalah pasien yang Sebelumnya Itu dirawat Di Fasilitas Medis yang sama. Pasien Lagi dirawat sebagai Peristiwa Pidana indeks yang dicurigai, dan investigasi Lagi berlangsung,” jelas seorang pejabat Kesejajaran senior yang terlibat Untuk pengawasan Nipah Di Bengal Barat.
Peristiwa Pidana ini Mendorong otoritas Kesejajaran setempat memberlakukan karantina darurat, pengawasan intensif, serta pelacakan kontak. Hingga Di ini, sebanyak 180 orang telah menjalani pemeriksaan dan 20 orang Bersama risiko tinggi ditempatkan Untuk karantina.
“Semuanya tanpa Tanda-Tanda dan hasil tesnya negatif. Kami Berencana menguji mereka lagi Sebelumnya karantina 21 hari mereka berakhir,” ujar Nigam.
Halaman 2 Bersama 2
(sao/kna)
Artikel ini disadur –> Detik.com Indonesia Berita News: 2 Perawat Di India Terinfeksi Mikroba Nipah, Satu Orang Dilaporkan Kritis











